
Antifoam
Antifoam wastewater adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air limbah untuk mengendalikan dan mengurangi pembentukan busa (foam) pada permukaan atau di dalam sistem wastewater treatment. Antifoam dapat diaplikasikan pada berbagai proses seperti equalization, aeration, biological treatment, mixing tank, dan sludge treatment untuk membantu menjaga proses pengolahan tetap stabil dan mengurangi gangguan akibat busa.
Deskripsi Produk
Antifoam
Antifoam wastewater adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air limbah untuk mengendalikan dan mengurangi pembentukan busa (foam) pada berbagai unit proses wastewater treatment. Pembentukan busa dapat terjadi akibat adanya surfaktan, bahan organik, protein, minyak, grease, serta aktivitas mikroorganisme tertentu di dalam air limbah.
Busa yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan operasional, seperti overflow, area kerja menjadi kotor, terganggunya proses aerasi, menurunnya efektivitas peralatan, serta terbawanya padatan atau cairan keluar dari unit pengolahan. Penggunaan antifoam membantu mengendalikan kondisi tersebut sehingga proses wastewater treatment dapat berjalan lebih stabil.
Fungsi Utama
Mengurangi dan mengendalikan pembentukan foam pada sistem wastewater treatment.
Memecah foam yang sudah terbentuk di permukaan tangki.
Mencegah foam berlebih akibat proses aerasi, mixing, surfaktan, dan aktivitas mikroorganisme.
Mengurangi risiko overflow akibat penumpukan foam.
Menjaga kestabilan proses operasional pada unit wastewater treatment.
Mengurangi gangguan pada peralatan dan area kerja akibat foam.
Aplikasi
Equalization Tank
Mixing Tank
Aeration Tank
Biological Treatment
MBBR
Activated Sludge
DAF
Clarifier
Sludge Treatment
Chemical Treatment
Proses industri yang menghasilkan foam berlebih
Keunggulan
Antifoam wastewater memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
Membantu mengendalikan foam secara efektif.
Membantu menjaga kestabilan proses wastewater treatment.
Mengurangi risiko overflow akibat foam.
Membantu menjaga area kerja tetap bersih.
Dapat diaplikasikan pada berbagai unit pengolahan wastewater.
Dapat digunakan pada sistem dengan proses aerasi dan mixing.
Dapat diaplikasikan menggunakan sistem dosing.
Dosis dapat disesuaikan dengan kondisi wastewater.
Industri Pengguna
Industri Food & Beverage
Industri Gula
Industri Kelapa Sawit
Industri Pulp & Paper
Industri Tekstil
Industri Kimia
Industri Petrokimia
Industri Farmasi
Industri Dairy & Pengolahan Susu
Industri Seafood & Pengolahan Ikan
Industri Pengolahan Karet
Industri Pertambangan
Industri Minyak & Gas
Industri Penyamakan Kulit
Industri Pengolahan Air & Wastewater
Industri Manufaktur
Kemasan/Unit
20 kg/Jerrycan
25 kg/Jerrycan
30 kg/Jerrycan
200 kg/Drum
1.000 kg/IBC Tank
Bulk/Tangki
Spesifikasi Produk
| Nama Produk | Anti Foam |
| Kategori | Waste Water |
| Bentuk | Liquid/Cair |
| Warna | Putih/Putih Susu |
| pH | 5,0 - 8,0 (typical) |
| Specific Gravity | 0.90 - 1.10 g/mL (typical) |
| Solubility | Dispersible dalam air |
| Dosis Aplikasi | Berdasarkan hasil jartest |
| Metode Aplikasi | Dosing Pump |
| Penyimpanan | Tempat sejuk terlindungi dari sinar matahari langsung |
Produk Terkait
Lihat SemuaBacteria Nutrient
Bacteria Nutrien adalah bahan pendukung proses biological wastewater treatment yang menyediakan nutrisi penting bagi mikroorganisme agar dapat tumbuh dan bekerja secara optimal dalam menguraikan bahan organik di dalam air limbah. Bacteria nutrien umumnya digunakan pada sistem aeration, activated sludge, MBBR, dan biological treatment untuk membantu menjaga aktivitas serta kestabilan populasi mikroorganisme.

Flocculant
Flokulan wastewater adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air limbah untuk membantu mengikat dan menggabungkan partikel-partikel kecil menjadi flok yang lebih besar, kuat, dan mudah dipisahkan. Flokulan umumnya digunakan setelah proses koagulasi dan dapat membantu meningkatkan proses sedimentasi, DAF, filtrasi, serta dewatering sludge.

Coagulant
Coagulant merupakan bahan kimia yang berfungsi untuk menetralkan muatan partikel koloid dan padatan tersuspensi dalam air, sehingga partikel dapat bergabung membentuk flok dan lebih mudah dipisahkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.
